Keluarga Korban Perang Dunia II Sumbangkan Buku Langka Tragedi Mentok ke Perpustakaan Bangka Barat

Diedit oleh: sfsdf dsf

Keluarga dari para korban Perang Dunia II baru-baru ini menyerahkan lima buku bersejarah penting yang merinci tragedi Mentok tahun 1942 kepada Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Indonesia. Penyerahan bersejarah ini bertepatan dengan kunjungan mereka dalam rangka memperingati hari jadi ke-84 dari peristiwa memilukan tersebut, yang terjadi pada pertengahan Februari 1942.

Serah terima koleksi literatur penting ini secara resmi diterima pada tanggal 16 Februari 2026 oleh Farouk Yohansyah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat. Di antara lima judul yang disumbangkan terdapat karya-karya krusial seperti White Coolies dan Sister Viv. Judul-judul ini menyajikan kesaksian langsung mengenai penderitaan yang dialami oleh para prajurit Sekutu dan perawat setelah kapal SS Vyner Brooke ditenggelamkan di lepas Pantai Radji. Kapal SS Vyner Brooke, yang dibangun pada tahun 1928, sebelumnya berlayar di perairan antara Singapura dan Kuching di bawah bendera Sarawak Steamship Company sebelum direkuisisi oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris sebagai kapal dagang bersenjata.

Kunjungan tersebut menandai delapan puluh empat tahun sejak pasukan Jepang melakukan eksekusi terhadap 50 tentara Inggris dan 22 perawat Australia di Pantai Radji, menyusul proses evakuasi dari Singapura. Dari seluruh kelompok yang selamat di darat, hanya Suster Vivian Bullwinkel yang berhasil selamat dari pembantaian tersebut, setelah berpura-pura mati setelah tertembak di bagian tubuhnya. Para perawat yang selamat, termasuk Bullwinkel dan penulis White Coolies, Suster Betty Jeffrey, kemudian menghabiskan waktu tiga setengah tahun sebagai tawanan perang (POW) di kamp-kamp interniran di sekitar Palembang, Sumatra, menghadapi kondisi yang sangat sulit dan kekurangan gizi.

Yohansyah menyatakan bahwa buku-buku ini akan menjadi sumber daya tak ternilai untuk melestarikan sejarah tragedi tersebut, di mana para perawat sempat diinternir sebagai tawanan perang di Sumatra selama bertahun-tahun. Sumbangan ini secara signifikan memperkuat jalinan hubungan kemanusiaan serta upaya dokumentasi sejarah di kawasan Bangka Belitung. Serangkaian kegiatan peringatan juga mencakup upacara di Pantai Radji dan monumen Vivian Gordon Bowden, diplomat Australia satu-satunya yang gugur dalam Perang Dunia II pada 17 Februari 1942 di Mentok saat berupaya mengungsi. Sebagai bentuk penghormatan berkelanjutan, Pemerintah Australia setiap tahun menganugerahkan Penghargaan Pendidikan Vivian Gordon Bowden kepada dua mahasiswa Universitas Bangka Belitung; pada tahun 2026, penghargaan tersebut diberikan kepada Yoza Bayu Pratama dan Allini Agustina.

Buku-buku yang disumbangkan, termasuk Sisters In Captivity dan Back to Bangka, menambah khazanah koleksi sejarah Perang Dunia II di Perpustakaan Daerah Bangka Barat, yang secara keseluruhan memiliki sekitar 26.000 koleksi buku. Karya White Coolies, yang mendokumentasikan pengalaman Jeffrey sebagai tahanan perang, telah diadaptasi menjadi film berjudul Paradise Road pada tahun 1997. Peristiwa pengeboman kapal di Selat Bangka pada pertengahan Februari 1942, yang merupakan bagian dari rangkaian kekalahan Singapura pada 15 Februari 1942, mengakibatkan lebih dari 4.000 orang meninggal dunia secara keseluruhan di wilayah tersebut. Kontribusi literatur ini memastikan bahwa narasi kepahlawanan dan pengorbanan di Mentok dan Pantai Radji tetap dapat diakses oleh khalayak luas sebagai pelajaran sejarah yang fundamental.

7 Tampilan

Sumber-sumber

  • ANTARA News - The Indonesian News Agency

  • ANTARA News

  • Portal Duta Radio

  • BANGKAPOS.COM - YouTube

  • Radar Indonesia News

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.