Los Angeles Melawan Panas Ekstrem dan Polusi dengan Inisiatif Hijau dan Regulasi Baru

Diedit oleh: Olha 12 Yo

Los Angeles sedang berjuang melawan peningkatan suhu ekstrem dan polusi udara yang mengkhawatirkan, yang paling parah berdampak pada komunitas berpenghasilan rendah dan minoritas. Perubahan iklim telah menyebabkan gelombang panas yang lebih intens dan asap kebakaran hutan yang lebih pekat, yang keduanya menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan kardiovaskular dan pernapasan kelompok rentan ini. Studi menunjukkan bahwa sekitar 25% bahan bakar kebakaran hutan di wilayah tersebut diperparah oleh perubahan iklim, yang menciptakan siklus cuaca ekstrem antara periode basah dan kering, menghasilkan vegetasi kering yang mudah terbakar.

Untuk mengatasi efek pulau panas perkotaan, Departemen Kesehatan Publik Los Angeles County mendorong perluasan ruang hijau, penanaman pohon, serta penggunaan atap dan trotoar yang memantulkan panas. Selain itu, peraturan baru telah ditetapkan yang membatasi suhu maksimum di dalam unit sewaan menjadi 82 derajat Fahrenheit di wilayah tak terinkorporasi, memberikan perlindungan penting bagi para penyewa selama periode panas yang menyengat. Peraturan ini mulai berlaku 30 hari setelah pemungutan suara pada 5 Agustus 2025, dengan penegakan penuh pada Januari 2027. Pemilik properti kecil dengan 10 unit atau kurang memiliki kelonggaran hingga 2032 untuk mematuhi standar di seluruh unit mereka.

Upaya ini merupakan bagian dari rencana besar County of Los Angeles untuk menghadapi kenaikan suhu, yang berfokus pada investasi jangka panjang dalam keteduhan, infrastruktur pendinginan, dan peningkatan bangunan. Sebagai bagian dari komitmen ini, UCLA Institute of the Environment and Sustainability menerima hibah sebesar $3 juta pada Agustus 2024 untuk mengembangkan program penyuluhan publik yang berfokus pada edukasi dan kesiapsiagaan menghadapi panas ekstrem. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan kesiapan mereka dalam menghadapi risiko panas yang meningkat.

Meskipun ada kemajuan, tantangan tetap ada. Baru-baru ini, usulan peraturan untuk secara bertahap menghentikan penggunaan tungku dan pemanas air bertenaga gas ditolak oleh regulator kualitas udara California Selatan pada Juni 2025. Langkah ini, yang dirancang untuk mengurangi emisi pembentuk kabut asap, dihadapi dengan kekhawatiran mengenai biaya dan tekanan pada jaringan listrik. Penolakan ini menyoroti kompleksitas dalam transisi menuju solusi yang lebih berkelanjutan, di mana pertimbangan ekonomi dan infrastruktur perlu diseimbangkan dengan tujuan lingkungan.

Kondisi ini mencerminkan pemahaman yang berkembang bahwa perubahan lingkungan dan iklim memainkan peran signifikan dalam memperburuk bencana, termasuk kebakaran hutan yang lebih sering dan intens. Para ahli menekankan pentingnya mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan bahan bakar alami yang lebih baik untuk mengurangi risiko di masa depan. Pengurangan emisi karbon menjadi kunci untuk menghadapi tantangan yang semakin besar ini, dengan tujuan mencapai netralitas karbon pada tahun 2045 sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menciptakan masa depan yang lebih lestari dan sehat bagi semua penduduk Los Angeles.

18 Tampilan

Sumber-sumber

  • Los Angeles Times

  • Extreme heat, wildfire smoke harm low-income and nonwhite communities the most, study finds

  • What DPH is Doing | Los Angeles County Department of Public Health - Environmental Health

  • LA County Adopts Maximum Indoor Temperature Ordinance to Protect Renters from Extreme Heat

  • UCLA leads initiative addressing extreme heat impacts in LA county | West La Times

  • Southern California air regulators reject rules to phase out gas furnaces and water heaters

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.