Koleksi Cerita Tony Tulathimutte Telisik Isolasi Digital dan Penolakan Kontemporer
Diedit oleh: Olha 12 Yo
Kumpulan cerita pendek Rejection karya Tony Tulathimutte, yang telah mendapat pengakuan kritis, menyajikan analisis tajam mengenai isolasi sosial dan ketergantungan internet dalam lanskap kontemporer.
Karya sastra ini, yang dianggap sebagai novel-dalam-cerita, menampilkan serangkaian karakter yang saling terhubung, bergulat dengan kegagalan romantis dan pembentukan identitas, sebuah perjuangan yang diperburuk oleh kehidupan mereka yang "Sangat Online". Tema sentralnya adalah isolasi sosial di era digital, di mana koneksi virtual gagal memberikan kedalaman emosional yang ditemukan dalam interaksi tatap muka. Koleksi tujuh teks ini dipuji karena komposisi cerdas dan nada jenaka yang mampu menangkap realitas eksistensi yang suram akibat penolakan.
Salah satu alur cerita yang menonjol, yang sebelumnya terbit sebagai cerita pendek viral berjudul The Feminist, mengisahkan seorang pria yang mengadopsi feminisme untuk keuntungan romantis, yang kemudian membawanya pada nihilisme pahit. Perkembangan naratif ini mencerminkan pola incel yang dipicu oleh kegagalan berulang dalam menjalin hubungan. Karakter tersebut, yang awalnya berpegang teguh pada nilai-nilai feminis, menjadi getir dan sinis setelah upayanya mendapatkan cinta ditolak selama bertahun-tahun, sebuah perjalanan yang menyoroti bagaimana kegagalan koneksi romantis dapat mendorong individu ke dalam isolasi berbasis layar.
Eksplorasi Tulathimutte meluas ke obsesi terhadap pasangan yang tidak terjangkau, sebuah keterikatan yang menggerogoti citra diri dan merusak interaksi sosial. Tema penarikan diri ke dalam pelarian digital muncul berulang kali, digambarkan melalui karakter yang mencari pelipur lara dalam kecanduan pornografi dan permainan daring setelah mengalami patah hati. Penelitian menunjukkan korelasi positif antara kesepian dan kecanduan internet, di mana penggunaan daring yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial di dunia nyata, menjadikan literasi digital dan pengelolaan waktu layar penting untuk kesejahteraan psikologis.
Secara linguistik, karya Tulathimutte dipuji karena kemampuannya menangkap realitas generasi yang terhubung secara kronis. Karakter-karakternya seringkali menjadi penulis, melakukan tindakan paparan diri melalui teks, mendambakan pemahaman dari dunia luar. Pengalaman menjadi 'sangat online' ini mencerminkan tantangan kesehatan mental yang lebih luas, termasuk perbandingan sosial yang tidak realistis dan tekanan untuk memenuhi standar yang tidak terjangkau, yang dapat memicu kecemasan dan depresi.
16 Tampilan
Sumber-sumber
de Volkskrant
Esquire
The Guardian
Bol.com
Barnes & Noble
NYS Writers Institute
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



