Hitung Kupu-Kupu Besar 2025: Keseimbangan Antara Harapan dan Tantangan Lingkungan
Diedit oleh: Dmitry Drozd
Acara Big Butterfly Count di Inggris Raya, yang berlangsung dari 18 Juli hingga 10 Agustus 2025, menarik partisipasi lebih dari 125.000 ilmuwan warga. Mereka berhasil mencatat sekitar 1,7 juta kupu-kupu dan ngengat. Rata-rata jumlah kupu-kupu yang teramati per 15 menit meningkat menjadi 10,3 ekor, sebuah perbaikan dari rekor terendah tahun sebelumnya, meskipun angka ini masih di bawah rata-rata historis, menunjukkan tekanan populasi yang berkelanjutan.
Spesies seperti Kupu-kupu Putih Besar (Large White) dan Kupu-kupu Putih Kecil (Small White) mencapai hasil terbaik mereka dalam catatan sejarah Big Butterfly Count, dengan masing-masing 396.510 dan 318.762 penampakan. Ngengat Jersey Tiger juga mengalami tahun yang luar biasa dengan jumlah penampakan yang lebih luas dan lebih tinggi dari sebelumnya. Namun, spesies seperti Kupu-kupu Holly Blue, Kupu-kupu Common Blue, dan Kupu-kupu Meadow Brown justru mencatat salah satu hasil terburuk mereka, mengindikasikan tantangan yang dihadapi oleh spesies-spesies ini.
Para ahli dari Butterfly Conservation menekankan perlunya tindakan konservasi yang mendesak, termasuk restorasi habitat dan pengurangan penggunaan pestisida. Laporan dari badan amal ini menunjukkan bahwa lebih dari dua kali lipat spesies yang tersebar luas mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan yang meningkat selama 15 tahun terakhir. Meskipun musim panas 2025 yang terik memberikan kondisi yang menguntungkan bagi banyak spesies, sepertiga dari spesies justru mengalami penurunan kinerja, menyoroti kompleksitas dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati.
Sementara itu, di Botucatu, Brasil, tanggal 9 September 2025 diperkirakan akan menjadi hari yang panas dan kering, dengan suhu mencapai 32°C dan kelembapan relatif berpotensi turun di bawah 30%. Kondisi ini merupakan kelanjutan dari bulan Agustus yang hampir tanpa hujan, menjadikannya bulan terkering dalam beberapa tahun terakhir. Data iklim menunjukkan bahwa September secara umum merupakan bagian dari musim kemarau di Botucatu, dengan curah hujan rata-rata yang lebih rendah. Studi di Brasil menunjukkan bahwa kekeringan yang diperparah oleh perubahan iklim dapat berdampak signifikan pada populasi serangga, termasuk penurunan keragaman dan kelimpahan spesies herbivora di area yang terkena dampak kekeringan.
Kondisi cuaca yang ekstrem di kedua wilayah ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh spesies kupu-kupu dan ekosistem secara keseluruhan. Di Inggris, meskipun ada peningkatan dalam jumlah penampakan beberapa spesies berkat cuaca yang baik, tren jangka panjang menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan, yang memerlukan intervensi konservasi yang proaktif. Di Botucatu, kekeringan yang berlanung menyoroti kerentanan ekosistem tropis terhadap perubahan iklim, yang dapat memengaruhi populasi serangga dan keseimbangan ekologis secara lebih luas. Upaya untuk memahami dan mengatasi dampak gabungan dari perubahan iklim dan perubahan tata guna lahan sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup spesies-spesies ini di masa depan.
40 Tampilan
Sumber-sumber
Farming Life
Jornal Acontece Botucatu
The Big Butterfly Count 2025 | Butterfly Conservation
Big Butterfly Count 2025 is underway | Butterfly Conservation
Last summer was second worst for common UK butterflies since 1976 | Butterflies | The Guardian
‘Butterfly emergency’ declared as UK summer count hits record low | Butterflies | The Guardian
What really counts as butterfly-friendly planting? | Financial Times
Acontece Botucatu
Climatempo
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



