Kemenangan Signifikan La Libertad Avanza dalam Pemilu Legislatif Argentina 2025 Perkuat Mandat Reformasi

Diedit oleh: Olha 12 Yo

katak kecil

Pemilihan legislatif Argentina yang dilaksanakan pada 26 Oktober 2025 menghasilkan kemenangan substansial bagi koalisi La Libertad Avanza (LLA) yang dipimpin oleh Presiden Javier Milei, melampaui ekspektasi banyak analis politik. Hasil ini secara fundamental memperkuat posisi kepresidenan untuk sisa masa jabatannya, memberikan daya ungkit legislatif yang lebih besar untuk mendorong agenda reformasi radikal pemerintah.

LLA berhasil mengamankan dukungan sebesar 40,8% suara secara nasional, sebuah pencapaian yang signifikan mengingat kondisi ekonomi yang menantang di negara tersebut. Kemenangan ini secara langsung menempatkan koalisi tersebut dalam posisi yang lebih kuat untuk menangkis mosi oposisi dan memfasilitasi persetujuan dekret presiden. Secara spesifik, perwakilan LLA di Dewan Perwakilan Rakyat melonjak dari 28 kursi menjadi 92 kursi, mendekati sepertiga dari total 257 kursi legislatif, sehingga melampaui target awal mereka untuk menjamin tata kelola pemerintahan.

Koalisi tersebut juga memenangkan pemilihan di 15 dari 24 distrik pemilihan, termasuk wilayah-wilayah krusial seperti Buenos Aires, Santa Fe, dan Córdoba. Kemenangan di Provinsi Buenos Aires, di mana mereka berhasil membalikkan kekalahan signifikan hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, menjadi kejutan besar bagi pengamat politik.

Analisis politik menunjukkan bahwa hasil pemilu ini mencerminkan keinginan pemilih untuk stabilitas ekonomi dan penolakan terhadap kembalinya pengaruh Peronisme. Ilmuwan sosial Nicolás Welschinger menggarisbawahi polarisasi pandangan publik, menyatakan bahwa dukungan terhadap pemerintah mengkristal pada dikotomi antara "Milei atau kekacauan". Meskipun demikian, angka partisipasi pemilih yang tercatat sebesar 66% mengindikasikan adanya elemen ketidakpuasan atau apatis di antara sebagian masyarakat.

Kemenangan ini, yang juga mendapat sambutan dari sekutu internasional seperti Donald Trump, memberikan landasan politik yang lebih kokoh bagi Milei untuk melanjutkan kebijakan penghematan dan restrukturisasi negara. Namun, tantangan fundamental tetap ada di cakrawala ekonomi. Ekonom Juan Massot mengingatkan bahwa meskipun kebijakan makroekonomi dirancang dengan baik, percepatan perbaikan dalam hal lapangan kerja dan upah riil bukanlah proses yang mudah.

Dengan dukungan legislatif yang diperkuat, fokus kini beralih pada bagaimana pemerintahan Milei akan memanfaatkan momentum politik ini untuk membentuk babak reformasi berikutnya sebelum pemilihan presiden tahun 2027. Keberhasilan jangka panjang pemerintahan akan sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk menavigasi kerentanan eksternal, seperti fluktuasi permintaan komoditas global atau krisis keuangan, sambil mengatasi kesulitan domestik.

8 Tampilan

Sumber-sumber

  • Deutsche Welle

  • Edelman Global Advisory

  • Buenos Aires Herald

  • News Room USA

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.