
Langkah pengujian
Bagikan
Penulis: firstname lastname

Langkah pengujian
Penilaian aktivitas penyakit dalam spondilitis aksial (AS/axSpA) modern sangat bergantung pada instrumen pengukuran yang akurat. Ankylosing Spondylitis Disease Activity Score (ASDAS) telah muncul sebagai penanda krusial yang diakui secara luas, dikembangkan melalui kolaborasi dalam Assessment of SpondyloArthritis international Society (ASAS) untuk memberikan evaluasi kondisi pasien yang komprehensif. Skor ini secara signifikan membedakan tingkat keparahan penyakit dibandingkan dengan indeks sebelumnya, terutama karena kemampuannya mengintegrasikan item yang dilaporkan pasien dengan pengukuran objektif inflamasi.
ASDAS dikembangkan dalam beberapa versi, dengan ASDAS-CRP, yang memanfaatkan C-Reactive Protein (CRP) sebagai penanda inflamasi objektif, dianggap sebagai versi yang paling sering digunakan dan lebih disukai. Formula ASDAS-CRP menggabungkan lima komponen utama: nyeri punggung, durasi kekakuan pagi, penilaian global pasien, nyeri/pembengkakan perifer, dan logaritma dari nilai CRP. Secara matematis, formula tersebut adalah 0.12 kali Nyeri Punggung ditambah 0.06 kali Durasi Kekakuan Pagi ditambah 0.11 kali Penilaian Global Pasien ditambah 0.07 kali Nyeri/Pembengkakan Perifer ditambah 0.58 kali Ln(CRP+1). Versi alternatif, ASDAS-ESR, menggunakan Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) sebagai pengganti CRP dengan bobot yang sedikit berbeda.
Implikasi klinis dari penggunaan ASDAS sangat signifikan, khususnya dalam konteks terapi biologis seperti penghambat TNF-α. Penelitian EuroSpA collaboration, yang mencakup lebih dari 21.196 pasien, mengaitkan pencapaian respons klinis dini berdasarkan kriteria ASDAS dengan peningkatan jangka panjang dalam hasil metrologis. Data dari kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa 26% pasien mencapai status penyakit tidak aktif ASDAS setelah enam bulan pengobatan dengan penghambat TNF-α.
Kriteria respons ASDAS mencakup peningkatan Mayor (ASDAS-MI, perubahan ≥ 2.0 unit), peningkatan yang Signifikan Secara Klinis (ASDAS-CII, perubahan ≥ 1.1 unit), dan status penyakit Tidak Aktif (ASDAS-ID, skor ASDAS < 1.3). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa perbaikan tiga bulan pada ASDAS-CRP, BASDAI, Penilaian Global Dokter (PhGA), dan nyeri tulang belakang berkorelasi signifikan dengan peningkatan Bath Ankylosing Spondylitis Metrology Index (BASMI) selama 33 bulan. Perubahan tiga bulan pada ESR dan CRP saja tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan peningkatan BASMI tersebut, yang menyoroti keunggulan ASDAS-CRP yang terintegrasi.
Penggunaan alat penilaian ini, yang dapat diakses melalui kalkulator daring, memfasilitasi strategi treat-to-target yang lebih terstruktur bagi para klinisi yang menangani populasi pasien dengan spondiloartritis aksial. Perbandingan antara cut-off ASDAS-ESR dan ASDAS-CRP menunjukkan bahwa penerapan cut-off yang diperkirakan untuk ASDAS-ESR tidak secara signifikan meningkatkan tingkat kesepakatan antara kedua status aktivitas penyakit, menegaskan peran vital CRP dalam penilaian yang paling akurat.