Banjir Malaga: Curah Hujan Rekor Picu Luapan Sungai dan Evakuasi

Diedit oleh: user3@asd.asd user3@asd.asd

Provinsi Malaga dilanda banjir bersejarah pada akhir pekan 27-28 Desember 2025, setelah hujan deras memicu penetapan peringatan merah yang langka dari Badan Meteorologi Negara Spanyol (AEMET). Intensitas curah hujan yang luar biasa ini menyebabkan akumulasi rekor, dengan catatan lebih dari 118 liter per meter persegi di Fahala (Cártama) dan mencapai 131 liter di Alhaurín el Grande. Curah hujan ekstrem ini merupakan anomali signifikan dibandingkan rata-rata bulanan Desember di Malaga yang biasanya sekitar 61 milimeter.

Klimaks dari curah hujan intens ini terjadi ketika Sungai Guadalhorce meluap mendekati tengah malam hari Minggu, mencapai ketinggian puncak bersejarah 5,7 meter, melampaui rekor sebelumnya. Debit air sungai tersebut dilaporkan melampaui 1.000 meter kubik per detik, menandakan volume air yang sangat besar yang harus ditampung oleh sistem drainase. Kondisi ini menyebabkan kerusakan serius pada properti komersial dan hunian, serta mengganggu jalur komunikasi di area terdampak.

Wilayah Axarquía di provinsi tersebut telah mengaktifkan Rencana Darurat Risiko Banjir (PERI) dalam fase pra-darurat pada 24 Desember berdasarkan prakiraan hujan lebat. Layanan darurat, melibatkan personel dari Infoca dan Brigade Pemadam Kebakaran Provinsi (CPB), bekerja untuk memulihkan situasi, dengan fokus utama penanganan berada di bagian bawah Cártama Estación, area yang mengalami dampak paling parah. Akibat bencana ini, tujuh keluarga terpaksa dievakuasi, sementara upaya pencarian dilakukan menyusul konfirmasi satu korban jiwa dan dua orang dilaporkan hilang di wilayah Malaga.

Di tengah upaya pemulihan, warga yang terdampak menyoroti aspek struktural yang memperburuk kondisi, mengklaim bahwa batas tembok rel kereta api di area tersebut bertindak sebagai 'perangkap air' yang menghambat surutnya air banjir. Insiden ini memicu kembali diskusi mengenai kesiapan infrastruktur lokal dalam menghadapi peristiwa cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Pejabat daerah mengonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai peningkatan infrastruktur terus berlanjut, termasuk pembahasan mengenai kemungkinan pembangunan waduk di bagian hulu sungai sebagai solusi penyimpanan air jangka panjang.

Meskipun demikian, komunitas yang terkena dampak menyuarakan kekecewaan atas apa yang mereka anggap sebagai persiapan yang tidak memadai dan kurangnya kompensasi yang memadai dari peristiwa cuaca ekstrem sebelumnya. Kebutuhan akan solusi mitigasi yang lebih tangguh dan mekanisme kompensasi yang lebih cepat menjadi tuntutan utama dari komunitas yang terdampak.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • surinenglish.com

  • Ground News

  • Euro Weekly News

  • Cadena SER

  • Populares Málaga

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.