Pertempuran Rumah ke Rumah di Pokrovsk, Gerbang Strategis Donbas, Berlanjut

Diedit oleh: Olha 12 Yo

Pada 6 November 2025, pertempuran sengit dari rumah ke rumah berlanjut di kota Pokrovsk, wilayah Donetsk, menandai eskalasi operasi ofensif Rusia di Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mengamankan 64 bangunan dalam 24 jam terakhir, mengindikasikan peningkatan laju operasional di garis depan tersebut. Kota Pokrovsk, yang memiliki populasi pra-konflik sekitar 60.000 penduduk, merupakan pusat logistik dan transportasi penting bagi pertahanan Ukraina di Donbas. Klaim kemajuan Rusia ini berhadapan dengan pernyataan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina yang menegaskan bahwa pertahanan masih kokoh dan langkah penanggulangan aktif diterapkan untuk memblokir penyusupan musuh.

Peristiwa ini memiliki implikasi strategis yang signifikan, sebab Pokrovsk dipandang sebagai gerbang utama menuju Kramatorsk dan Sloviansk, dua kota besar Ukraina yang masih dikuasai di Donetsk. Analis menyimpulkan bahwa jatuhnya Pokrovsk berpotensi memicu keruntuhan pertahanan di Myrnohrad dan membuka manuver Rusia lebih jauh ke barat di wilayah tersebut. Rusia, yang secara historis menargetkan Pokrovsk sejak merebut Avdiivka pada Februari 2024, telah menggunakan taktik pengepungan atau manuver "pincer" alih-alih serangan frontal langsung seperti yang terjadi di Bakhmut pada tahun 2023, dengan tujuan mengisolasi jalur pasokan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengakui bahwa wilayah sekitar Pokrovsk berada di bawah tekanan berat, namun ia menyangkal laporan mengenai pengepungan total pasukan Ukraina di kota tersebut. Zelenskyy sebelumnya menyebutkan sekitar 300 prajurit Rusia berada di kota tanpa kemajuan signifikan dalam sehari terakhir. Kontras dengan klaim Rusia mengenai kepungan formasi Angkatan Bersenjata Ukraina di bagian timur distrik pusat dan kawasan industri barat, militer Ukraina menegaskan bahwa langkah-langkah pemblokiran musuh sedang diambil, termasuk pengerahan pasukan khusus tambahan dan pengiriman peralatan untuk memperkuat garis pertahanan. Kepala intelijen militer Ukraina, Kyrylo Budanov, dilaporkan berada di wilayah tersebut untuk mengawasi operasi secara langsung.

Perkembangan di Pokrovsk terjadi di tengah konteks konflik yang lebih luas, di mana Rusia berupaya mengamankan sisa sekitar 10 persen wilayah industri Donbas yang masih dikuasai Ukraina, setara dengan kurang lebih 5.000 kilometer persegi. Di tengah situasi ini, Uni Eropa menyetujui bantuan jangka panjang sebesar 1,8 miliar euro untuk Ukraina pada hari yang sama, sementara Jerman berencana meningkatkan bantuan keuangan tahun depan menjadi sekitar 3 miliar euro untuk mendukung Kyiv menghadapi agresi berkelanjutan.

11 Tampilan

Sumber-sumber

  • Deutsche Welle

  • Reuters

  • Reuters

  • The Moscow Times

  • Ukrainian News Agency

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.