Penghargaan Nobel Kimia 2025 untuk Profesor Kitagawa dan Rekan Atas Terobosan Kerangka Kerja Organik-Logam
Diedit oleh: user3@asd.asd user3@asd.asd
Dunia ilmu pengetahuan mencatat momen bersejarah pada 8 Oktober 2025 ketika Profesor Susumu Kitagawa dianugerahi Hadiah Nobel Kimia. Penghargaan bergengsi ini dibagikan bersama Richard Robson dan Omar M. Yaghi sebagai pengakuan atas kontribusi perintis mereka dalam penemuan dan pengembangan Kerangka Kerja Organik-Logam, atau yang lebih dikenal sebagai MOF (Metal-Organic Frameworks). Inovasi ini menegaskan peran sentral kimia material dalam mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan.
Inti dari penemuan ini adalah kemampuan untuk merancang struktur molekuler dengan ruang kosong terstruktur, atau pori-pori, yang dapat dimanfaatkan untuk penyimpanan dan pelepasan gas secara terkontrol. Profesor Kitagawa, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif dan Profesor Terkemuka di Universitas Kyoto, meletakkan fondasi krusial bagi bidang ini. Kontribusinya berakar pada penemuan tahun 1989 di Universitas Kindai, di mana ia mendemonstrasikan penciptaan material berpori dengan struktur seperti sarang lebah melalui perpaduan logam dan senyawa organik. Publikasi awalnya pada tahun 1997 menjadi katalisator bagi penelitian global dalam sintesis material canggih ini.
MOF yang dikembangkan oleh para peraih Nobel menawarkan solusi nyata untuk tantangan mendesak umat manusia. Potensi aplikasinya sangat luas, mencakup penangkapan karbon dioksida untuk mitigasi perubahan iklim, penyimpanan hidrogen bersih sebagai sumber energi masa depan, serta pemurnian gas beracun. Heiner Linke, ketua Komite Nobel Kimia, menekankan bahwa material ini membuka peluang tak terbayangkan untuk menciptakan bahan yang disesuaikan dengan fungsi baru.
Perjalanan intelektual Profesor Kitagawa, yang lahir di Kyoto pada tahun 1951 dan meraih gelar doktor pada tahun 1979, menunjukkan dedikasi yang tak tergoyahkan. Ia kini menjadi orang Jepang kesembilan yang menerima Nobel Kimia, dan yang kedua di tahun 2025. Institusi tempatnya berkarya, Universitas Kyoto, meyakini terobosan ini akan mendorong inovasi radikal dalam ilmu material. Selain itu, penelitian lanjutan, termasuk yang dilakukan di fasilitas radiasi sinkrotron skala besar seperti SPring-8, telah membuktikan kemampuan MOF untuk menyerap gas secara luar biasa, bahkan menunjukkan sifat fleksibel yang responsif terhadap rangsangan eksternal.
15 Tampilan
Sumber-sumber
Red Uno
Press release: Nobel Prize in Chemistry 2025
Susumu Kitagawa wins 2025 Nobel Prize in Chemistry | News | Kyoto University iCeMS
Japan's Susumu Kitagawa wins chemistry Nobel for metal-organic frameworks - The Japan Times
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.

