Pemuda Adat di Pulau Vancouver Temukan Penyembuhan Melalui Drum Budaya

Diedit oleh: Olha 12 Yo

Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu Senang bertemu denganmu

Sebuah inisiatif inovatif di Pulau Vancouver memberdayakan pemuda adat dengan menghubungkan kembali mereka pada warisan budaya melalui lingkaran drum. Dipimpin oleh Patrick Leon, program ini bertujuan untuk menyembuhkan trauma antargenerasi dan menumbuhkan persatuan di kalangan komunitas.

Lingkaran drum ini menyediakan ruang aman bagi kaum muda, menawarkan rasa memiliki dan platform untuk ekspresi emosional. Bagi banyak peserta, seperti Peyton Siah yang berusia 16 tahun, sesi ini telah menjadi titik balik, membantu mereka mengatasi perjuangan pribadi dan terhubung dengan leluhur mereka. Pengalaman ini sejalan dengan temuan bahwa partisipasi dalam kegiatan berbasis musik, seperti lingkaran drum, dapat secara signifikan mengurangi gejala trauma emosional dan membantu dalam pemrosesan pengalaman sulit.

Program ini telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan ratusan pemuda berpartisipasi secara teratur. Inisiatif ini juga memupuk koneksi antargenerasi, menjembatani kesenjangan antara kaum muda dan para tetua. Lingkaran drum tidak hanya berfungsi sebagai wadah ekspresi tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya, menghidupkan kembali tradisi dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Hal ini sejalan dengan upaya revitalisasi budaya adat yang lebih luas yang bertujuan untuk menanamkan rasa bangga akan warisan. Dampak positif dari kegiatan seperti ini melampaui individu, berkontribusi pada kesehatan dan vitalitas komunitas adat secara keseluruhan. Studi tentang revitalisasi alat musik tradisional menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam praktik budaya dapat memperkuat identitas dan rasa kebersamaan, yang sangat penting dalam konteks penyembuhan trauma kolektif. Studi menunjukkan bahwa program semacam itu dapat mengarah pada peningkatan hasil pendidikan, hubungan keluarga yang lebih sehat, dan pengurangan jumlah anak yang masuk ke sistem perlindungan anak.

Inisiatif ini terus berkembang dengan rencana ekspansi, berkomitmen untuk merevitalisasi budaya adat untuk generasi mendatang. Denyut ritmis drum digambarkan sebagai kekuatan pemersatu, menggemakan detak jantung komunitas dan Ibu Pertiwi, selaras dengan ajaran adat. Drum, yang sering dipandang sebagai obat dalam budaya adat, menghubungkan peserta dengan momen saat ini dan memfasilitasi penyembuhan pada tingkat fundamental.

27 Tampilan

Sumber-sumber

  • Saanich News

  • CBC News

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.