Donald Trump Tegaskan Tidak Kejar Masa Jabatan Ketiga di Tengah Kontradiksi Dagang

Diedit oleh: firstname lastname

Teks keterangan tidak disediakan. Silakan berikan teks yang akan diterjemahkan.

Pada 28 Oktober 2025, Presiden Donald Trump, yang saat itu berusia 79 tahun, secara tegas menyatakan bahwa ia tidak akan mencari masa jabatan kepresidenan ketiga, menegaskan kembali komitmennya untuk membatasi diri pada dua periode. Pernyataan ini, yang disampaikan dalam sebuah wawancara, secara efektif meredam spekulasi mengenai pencalonannya pada pemilihan tahun 2028. Namun, deklarasi publik ini berbenturan dengan aktivitas komersial yang telah berlangsung sejak April 2025, di mana Organisasi Trump terus menjual pernak-pernik bertema 'Trump 2028'.

Donald Trump Tegaskan Tidak Kejar Masa Jabatan Ketiga di Tengah Kontradiksi Dagang-1

Organisasi Trump telah memasarkan berbagai barang dagangan, termasuk topi seharga $50 dan kaus seharga $36, yang menampilkan slogan provokatif seperti "Rewrite the Rules" (Tulis Ulang Aturan). Aktivitas dagang ini, yang bahkan dipromosikan oleh putra presiden, Eric Trump, melalui media sosial, menunjukkan adanya harapan yang terus beredar di kalangan pendukung dan entitas terafiliasi. Kontradiksi antara penolakan resmi Trump untuk mengejar periode ketiga dan keberadaan materi promosi untuk tahun 2028 menciptakan dinamika interpretasi yang menarik mengenai arah politik masa depan.

Secara konstitusional, jalan menuju masa jabatan ketiga sangat sulit karena Amandemen ke-22 Undang-Undang Dasar AS secara eksplisit membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali. Untuk mengubahnya, diperlukan persetujuan dua pertiga anggota Kongres dan ratifikasi oleh tiga perempat negara bagian, sebuah proses yang diperkirakan memakan waktu sekitar 10 tahun menurut beberapa pengamat. Meskipun demikian, Trump sebelumnya pada tahun 2024 sempat menyebutkan adanya "metode yang bisa dilakukan" untuk mengatasi batasan tersebut, dan sekutu seperti Steve Bannon sempat membahas strategi yang melibatkan Wakil Presiden JD Vance untuk membuka jalan bagi Trump di 2028, meskipun hal ini bertentangan dengan interpretasi hukum yang berlaku.

Meskipun Trump kini menyatakan akan membatasi diri pada dua periode, fenomena pernak-pernik 'Trump 2028' mencerminkan energi dukungan kolektif yang melampaui batas-batas formalitas hukum. Bagi para pengamat, situasi ini menjadi studi kasus tentang bagaimana aspirasi dukungan terus mencari saluran ekspresi, bahkan ketika jalur resmi tampak tertutup oleh kerangka hukum yang mapan. Fokus saat ini tertuju pada keselarasan antara deklarasi publik Trump dan tindakan berkelanjutan dari lingkaran terdekatnya, yang akan menentukan arah narasi politik selanjutnya.

250 Tampilan

Sumber-sumber

  • Al Jazeera Online

  • Trump rules out 2028 run as Republican contenders quietly position for next race

  • Donald Trump Teases 2028 Presidential Bid With New Hats

  • The 22nd Amendment - Presidential Term Limits - America's Future

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.