Kekejaman di Yarova: Serangan Udara Rusia Renggut Puluhan Nyawa Warga Sipil

Diedit oleh: Olha 12 Yo

Kota Yarova di Ukraina timur menjadi sasaran serangan udara brutal pasukan Rusia pada hari Rabu, 2 September 2025, yang mengakibatkan kematian 24 warga sipil dan melukai 19 lainnya. Serangan tersebut terjadi saat warga sedang menerima pembayaran pensiun, yang memicu kecaman keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang menyebutnya sebagai tindakan "mengerikan" dan "terorisme".

Vadym Filashkin, kepala administrasi regional Donetsk, mengutuk serangan itu sebagai "terorisme murni", menyoroti bahwa serangan itu menargetkan warga sipil yang sedang menerima bantuan. Tim tanggap darurat, tenaga medis, polisi, dan otoritas lokal segera berada di lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan memulai investigasi atas kejahatan tersebut.

Serangan di Yarova terjadi di tengah eskalasi konflik yang sedang berlangsung, dengan laporan penempatan sekitar 100.000 personel militer Rusia di sekitar wilayah tersebut. Sebelum invasi awal tahun 2022, Yarova adalah kota yang damai dengan populasi sekitar 1.800 jiwa, yang kini menunjukkan dampak kehancuran yang mengerikan akibat agresi militer.

Presiden Zelenskyy menyerukan tindakan internasional yang tegas terhadap pelaku kekejaman ini, menekankan perlunya respons yang kuat dari Amerika Serikat, Eropa, dan G20 untuk menghentikan Rusia membawa kematian. Serangan ini menyoroti kerentanan warga sipil di zona perang dan menimbulkan pertanyaan mendesak tentang upaya pemulihan, keadilan, dan pencegahan tragedi serupa di masa depan.

57 Tampilan

Sumber-sumber

  • Deutsche Welle

  • یورونیوز

  • یورونیوز

  • العربیه فارسی

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.