Film "Red Rain" Raih Penghargaan Utama Festival Film Vietnam ke-24
Diedit oleh: firstname lastname
Festival Film Vietnam ke-24 mencapai puncaknya di Kota Ho Chi Minh pada 25 November 2025, menutup acara sinematik yang mengusung tema "Sinema Vietnam - Pembangunan Berkelanjutan dan Integrasi Internasional di Era Baru". Acara ini berfungsi sebagai cerminan pencapaian artistik nasional sekaligus penegasan arah strategis industri film Vietnam dalam lanskap global. Dengan momentum ini, sinema Vietnam menunjukkan kesiapan untuk memperkuat kehadirannya di panggung regional dan internasional, sejalan dengan pengakuan kota tuan rumah sebagai Kota Kreatif UNESCO untuk Film.
Penghargaan tertinggi, Lotus Emas untuk Film Fitur, dianugerahkan kepada karya berjudul "Red Rain," yang disutradarai oleh Đặng Thái Huyền dan didukung oleh People's Army Cinema. Kemenangan film tersebut meluas dengan menyapu bersih empat penghargaan individu utama lain yang sangat kompetitif. Penghargaan tambahan yang diraih mencakup Sinematografi Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik yang dimenangkan oleh Phước Nam, Desain Artistik Terbaik, dan kategori Suara Film Terbaik. Prestasi dominan ini menggarisbawahi kualitas produksi dan eksekusi teknis film tersebut di mata dewan juri.
Selain supremasi "Red Rain," penghargaan Perak Lotus diberikan kepada tiga produksi signifikan: "Subway: The Sun in the Dark," "Mid-air Battle," dan "Chị Dậu." Sementara itu, Penghargaan Juri diberikan kepada drama "Mai," bersama dengan "Taking Mom Away" dan film misteri "Thám Tử Kiên: The Unsolved Case." Total keseluruhan entri yang diterima festival mencapai angka rekor sebanyak 203 karya di semua kategori, menegaskan vitalitas dan keragaman output sinematik Vietnam selama periode penilaian.
Penyelenggaraan festival di Ho Chi Minh City, yang baru saja diresmikan sebagai anggota Jaringan Kota Kreatif UNESCO untuk Film, memberikan perspektif unik mengenai implikasi bisnis dan konsumerisme. Status UNESCO ini memposisikan kota tersebut sebagai pusat pertukaran budaya internasional dan pusat produksi film. Pengakuan ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan pariwisata budaya, menjadikan sinema sebagai daya tarik utama bagi pengunjung internasional yang mencari koneksi dengan warisan artistik Vietnam.
Secara industri, tema pembangunan berkelanjutan sangat relevan mengingat film-film Vietnam kini menguasai hampir 70% dari pendapatan box office domestik, sebuah pencapaian yang melampaui tingkat pra-pandemi, sebagaimana disorot oleh Direktur Departemen Sinema, Đặng Trần Cường. Sutradara Đặng Thái Huyền dari "Red Rain" menyoroti tantangan berkelanjutan bagi pembuat film, yaitu bagaimana membuat narasi sejarah dan perang revolusioner tetap menarik bagi audiens muda. Festival ke-24 ini, yang merupakan edisi ke-55 sejak penyelenggaraan pertama, memfasilitasi dialog industri melalui seminar dan lokakarya, mengukuhkan ambisi Vietnam untuk mengintegrasikan sinemanya secara substansial ke dalam ekosistem hiburan global.
42 Tampilan
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



